Makanan dan minuman

Minggu, 18 Agustus 2013

Bir Pletok (Indonesian Beverage)


Indonesia merupakan negara yang mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat besar. Berbagai minuman tradisional khas daerah, berkhasiat untuk kesehatan, diantaranya wedang jahe, wedang secang, wedang uwuh, bandrek, bajigur, bir pletok, beras kencur, serbat dan dadih. Minuman tradisional tersebut dipercaya memiliki khasiat tertentu, misalnya minuman jahe memiliki khasiat menghangatkan badan dan mencegah masuk angin, bir pletok memiliki khasiat meningkatkan stamina dan membantu mencegah reumatik. 

Bir pletok adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah
, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Minuman tradisional ini dikenal di kalangan etnis Betawi. Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Kata bir berawal dari penampakannya yang menyerupai bir, proses pengocokan sebelum penyajian minuman mengakibatkan minuman ini berbusa seperti bir pada umumnya. Rempah-rempah yang digunakan diracik sehingga menghasilkan minuman khas. Jenis rempah yang digunakan tergantung selera pembuatnya. Karakteristiknya adalah berwarna merah yang diperoleh dari kayu secang, beraroma jahe dan kayu manis, berasa hangat di badan dan cukup pedas. Bir pletok dapat disajikan dalam keadaan dingin maupun hangat. Bir pletok yang disajikan dinginpun memberikan efek hangat setelah dikonsumsi. 

Bir pletok dapat diproduksi dalam berbagai bentuk produk yaitu sirup, instan dan siap minum. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Inovasi teknologi standardisasi pembuatan bir pletok tidak memerlukan persyaratan khusus, asalkan mengikuti Standar Prosedur Operasional (SPO) yang sudah disusun yaitu mulai dari proses pembuatan, sterilisasi botol hingga pengemasan. Keunggulan inovasi ini adalah kualitas produk dan daya saing pasar/nilai jualnya akan semakin tinggi dan keberlanjutan usaha para pengolah akan lebih terjamin, mengingat jenis minuman bir pletok tersebut sudah dicanangkan sebagai minuman khas selamat datang bagi para tamu wisatawan ke wilayah DKI Jakarta. Rempah-rempah sebagai bahan baku pembuatan bir pletok dipilih yang mempunyai kualitas bagus. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian telah menyusun formulasi dan proses pengolahan bir pletok yang terstandarkan. Komposisi rempah-rempah untuk membuat bir pletok sebanyak 50 botol ukuran 250 ml adalah : 1 kg jahe, 2-3 buah pala, 10-15 butir lada hitam, 2 batang (3x10 cm) kayu mosohi, 15-20 butir kapulaga, 5-10 buah cabe Jawa, 10 buah cengkeh, 5-10 gram kayu manis, 10 batang sereh, 10 lembar daun pandan, 0,5 ons kayu secang, 10-12 liter air, 1,-2 kg gula dan 1 sendok makan garam. Untuk mendapatkan kualitas bir pletok yang bagus proses pembuatannya mengikuti SPO yang sudah disusun (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, 2011). 

Tahap-tahap proses pengolahan bir pletok adalah sebagai berikut: 
1.Rempah-rempah yang diterima dari pemasok, disortir untuk memperoleh kualitas rempah-rempah terbaik. Rempah-rempah dicuci dan dibersihkan dari kotoran yang menempel, bagian yang busuk dibuang. Rempah-rempah dikecilkan ukurannya menggunakan blender. Khusus untuk jahe diiris tipis-tipis. Semua bahan ditimbang dan ditakar sesuai formula 
2.Ekstraksi dilakukan dengan cara mendidihkan air hingga suhu mencapai 95-105 C. Masukkan semua bahan kecuali kayu secang dan gula pasir. Pendidihan dilakukan selama 30 menit. Masukkan kayu secang dan biarkan 3-5 menit hingga ekstrak berwarna merah. 
 3.Penyaringan, dilakukan dengan menggunakan kain saring (ukuran 10 mesh). Tambahkan gula ke dalam hasil penyaringan. Rebus kembali hingga mendidih 3-5 menit. Air rebusan disaring menggunakan kain saring (ukuran 150 mesh) 
4.Pengemasan. Hasil penyaringan tersebut didinginkan dan dikemas dalam botol atau cup plastik.
Mari kita lestarikan produk pangan Indonesia

Tidak ada komentar: